Ku akan menanti meski harus
penantian yang panjang, itulah kata-kata yang diungkapakan nikyta wily dalam
lagunya “Ku tetap menanti”. Memang menunggu itu suatu hal yang mebosankan
sekali lagi membosankan. Tapi aku akan bersabar, biarlah waktuku habis oleh
penantian ini demi kamu, demi kamu, demi kamu.
Kita dipisahkan oleh ruang dan
waktu, kuharap kau sabar menunggu pasti waktu yang indah dibelakang kita akan
datang, meskipun engkau sekarang sakit kasihku bersabarlah, akupun takkan
kemana.
Kehidupan memang susah diterka
sayangku, kadang kita berencana tapi tapi tuhan juga yang menentukan semuanya,
kita sebagai hamba tidak bisa berbuat apa, kita ini hanya wayang di muka bumi
ini, ada dalang yang mengaturnya. Sayangku ikutilah kemauan sang dalang kemana,
ga mungkin dalang tersebut melempar kita karena sesungguhnya dalang sayang
dengan wayangnya. Kalau kita melawan sang dalang malah kita akan binasa, binasa
sayang, lebih baik kita jadi orang penurut daripada penentang, jadi orang
penentang itu susah sayang, kalaupun ada yang bahagia dibekangnya.
Sayangku, biarlah sekarang kita
terpuruk, terpuruk karena kita jauh terpisah jarak dan waktu, aku selalu
menunggu hari esok yang cerah bagi kita sayang, aku sering menangis, menangis
tapi itu tak ada gunanya aku pikir, hanya akan menghabiskan air mata saja
sayang. Lebih baik kita menerima nasib yang sedang kita alami, kuatkanlah
jiwamu, mungkin tuhan kita sedang menguji kekuatan jiwa kita, kalau jiwa kita
rapuh maka kita akan rapuh dan binasa, tapi kalau jiwa kita kuat pasti akan
mendapatkan balasan kebahagiaan di akhirnya.
Sayang, perhatikanlah anak kita
anak kau dan aku, buah cinta kita berdua, berikanlah mereka pendidikan yang
wajar, agar kelak kita sudah tua, bisa berusaha dengan akal dan kepintaranya
untuk kehidupan mereka. Ajarkan mereka kemandirian, agar sudah besar nanti
mereka bisa hidup mandiri, tahan dengan terpaan kehidupan ini yang sangat buas.
Sayang, jaga dirimu baik-baik aku
kan kembali untukmu
Dari aku MANTAN PACARMU